Pemerintah Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto meluncurkan program bansos Rp12 triliun awal 2026. Bantuan beras dan minyak goreng gratis disalurkan ke keluarga miskin, plus diskon transportasi mudik Lebaran.
Pemerintah Resmi Gelontorkan Bansos Rp12 Triliun
Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan program bantuan sosial (bansos) senilai sekitar Rp12 triliun pada awal tahun 2026. Program ini menyasar keluarga berpenghasilan rendah dengan fokus utama pada pemberian beras dan minyak goreng gratis selama dua bulan pertama tahun ini.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2026.
Dorong Ekonomi Sejak Awal Tahun
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa stimulus ini menjadi bagian dari strategi pemerintah agar roda ekonomi tetap bergerak sejak awal tahun, periode yang biasanya ditandai dengan perlambatan konsumsi.
Menurutnya, bantuan langsung berupa kebutuhan pokok akan memberikan dampak cepat terhadap perputaran uang di masyarakat.
Beras dan Minyak Goreng Jadi Fokus Utama
Dalam program bansos kali ini, pemerintah menyiapkan distribusi:Beras gratis, Minyak goreng gratis.
Bantuan tersebut akan disalurkan selama dua bulan dan ditujukan khusus untuk keluarga miskin dan rentan di berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah berharap bantuan pangan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menekan gejolak harga kebutuhan pokok.
Tambahan Diskon Transportasi Mudik Lebaran
Tak hanya bansos pangan, pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk memberikan diskon transportasi menjelang Lebaran 2026.
Diskon tersebut akan berlaku untuk: Tiket pesawat, Kereta api, Transportasi laut.
Kebijakan ini ditujukan agar masyarakat dapat mudik dengan biaya lebih terjangkau, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi sektor transportasi dan pariwisata domestik.
Target Jaga Daya Beli dan Stabilitas Ekonomi
Paket stimulus ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah tantangan global dan fluktuasi harga komoditas. Pemerintah menilai konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dengan kombinasi bansos pangan dan insentif transportasi, pemerintah optimistis aktivitas ekonomi masyarakat akan tetap terjaga sepanjang awal 2026.@red
