JAKARTA – lintasdesa.id || Selasa pagi (24/2/2026) di Jalan Gunung Sahari awalnya berjalan seperti rutinitas biasa; deru mesin dan kepulan asap memenuhi udara Jakarta Pusat yang sibuk. Namun, tepat pukul 08.45 WIB, kesibukan itu pecah oleh suara benturan keras di dekat Toko Kimia Gunung Sahari Raya 2H.
Sebuah bus Transjakarta bermerek Volvo dengan nomor polisi B-7172-PGA tengah melaju stabil dari arah utara menuju selatan. Di balik kemudi, pengemudi berinisial RD mengarahkan bus bongsor itu membelah jalanan. Di saat yang bersamaan, seorang pengendara ojek online (ojol) berinisial S, yang menunggangi Yamaha Mio 125, tengah melintas dengan rencana berbelok ke arah barat.
Detik-Detik Insiden
Pertemuan kedua kendaraan ini menjadi tak terelakkan. Dalam video yang sempat viral di akun Instagram @balewartawanjakpus10, pemandangan pasca-kejadian tampak cukup dramatis: motor milik S terjepit di balik bumper depan bus Transjakarta yang mengalami kerusakan.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga terjadi saat motor yang dikendarai S hendak berpindah arah. Sementara itu, pihak Transjakarta memberikan pembelaan dari sudut pandang operasional mereka.
“Saat kejadian, bus kami melaju karena lampu lalu lintas berwarna hijau. Namun, terjadi kontak dengan pengendara motor yang diduga tiba-tiba berbelok di area yellow box,” ungkap Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Evakuasi dan Pertanggungjawaban
Beruntung, meski motornya ringsek, nyawa S berhasil diselamatkan. Ia segera dilarikan ke RS Hermina Kemayoran untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka-luka yang dideritanya. Di sisi lain, para penumpang Transjakarta yang sempat terguncang akibat insiden tersebut dipastikan dalam kondisi baik dan langsung dialihkan ke armada lain untuk melanjutkan perjalanan.
Menanggapi insiden ini, pihak Transjakarta melayangkan permohonan maaf atas terganggunya kenyamanan pelanggan. Sebagai bentuk transparansi, seluruh rekaman CCTV dari dalam bus telah diserahkan kepada kepolisian untuk mengungkap kronologi pasti di balik tabrakan tersebut.
Kini, kasus ini menjadi pengingat pahit bagi para pengguna jalan di ibu kota. Yellow box junction yang seharusnya menjadi area steril, seringkali menjadi saksi bisu perebutan ruang yang berujung petaka jika etika berkendara dan rambu-rambu diabaikan. @red
