Jakarta, 5 Maret 2026 — lintasdesa.id || Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) mengaktifkan rencana kontingensi dan menyiapkan jalur evakuasi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di sejumlah wilayah.
Per 5 Maret 2026, pemerintah memprioritaskan evakuasi melalui jalur darat akibat penutupan ruang udara di beberapa titik rawan.
Untuk WNI di Teheran, Iran, Kemlu menyiapkan skema perjalanan darat menuju Baku, Azerbaijan. Perjalanan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 16 jam. Setibanya di Baku, para WNI akan diberangkatkan ke Jakarta melalui penerbangan lanjutan dengan kota transit yang dinilai aman, seperti Istanbul, Doha, atau Jeddah.
Kemlu menyatakan saat ini tengah menghitung rute paling aman guna memastikan pemindahan WNI ke negara tetangga yang stabil sebelum dilakukan repatriasi udara ke Indonesia.
Sementara itu, WNI di Lebanon yang terdampak bombardir di wilayah selatan dan Baalbek diarahkan mengikuti instruksi evakuasi menuju titik aman yang ditentukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut (KBRI Beirut). Perwakilan RI disebut terus melakukan pemantauan situasi dan pendataan WNI di area terdampak.
Untuk mempercepat koordinasi, Kemlu membuka hotline darurat 24 jam yang dapat dihubungi melalui nomor +62 812-9007-0027. WNI di Iran juga dapat menghubungi KBRI Teheran di +98 902 466 8889. Khusus warga Jawa Barat, tersedia hotline +62 821-2603-0038.
Pemerintah mengimbau seluruh WNI di kawasan terdampak agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta berada di lokasi aman sesuai arahan otoritas setempat dan perwakilan RI.
Selain itu, WNI diminta segera melakukan lapor diri melalui portal Peduli WNI Kemlu untuk mempermudah proses pendataan dan evakuasi. Masyarakat Indonesia juga diimbau menunda perjalanan atau transit ke kawasan Timur Tengah hingga situasi dinyatakan kondusif.
Kemlu menegaskan keselamatan WNI menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan krisis di luar negeri.@red
