JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memaparkan strategi diplomasi Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah saat menggelar silaturahmi dengan para ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Maret 2026.
Pertemuan tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan tokoh agama untuk membahas dinamika geopolitik global serta langkah diplomasi Indonesia dalam merespons konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengatakan Presiden menjelaskan proses panjang keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP).
Menurut Muhadjir, keputusan tersebut diambil setelah melalui komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah, khususnya negara-negara Teluk.
Ia menyebut Presiden memilih pendekatan struggle from within atau memperjuangkan upaya perdamaian dari dalam forum internasional tersebut, dengan tetap berpegang pada prinsip konstitusi Indonesia dan komitmen terhadap solusi dua negara bagi konflik Palestina–Israel.
Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai pandangan masyarakat terkait keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut. Namun demikian, diplomasi tetap menjadi jalan utama yang ditempuh Indonesia untuk mendorong perdamaian.
Di sisi lain, Ketua Umum Nahdlatul Ulama Yahya Cholil Staquf menilai keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong deeskalasi konflik di Timur Tengah.
Melalui dialog bersama para ulama dan tokoh ormas Islam tersebut, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional sekaligus memperkuat dukungan diplomatik Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya bagi kemerdekaan Palestina. @red
