LINTASDESA.ID, JAKARTA – Butuh pendalaman, para ahli tekhnik mesin motor mengkomentari wacana Presiden RI untuk 120 juta motor dirubah dari mesin konsumsi BBM berganti ke motor listrik.
Menurut Pakar Hukum Internasional Prof Sultan Nasomal, Bapak Presiden Prabowo Subianto harus bijak menyikapi masukan sekitar wacana peralihan. Demikian kata dia, ketika menjawab pertanyaan dari para awak media, Cijatung Jakarta, Rabu (11/3).
Karena motor berbahan bakar BBM beralih menggunakan listrik karena harus dipikirkan tengah listrik terbatas jarak tempuhnya. Bahkan memutuskan efisien yang mana bahan BBM selama ini sudahlah menjadi konsumsi motor di Indonesia “, ujarnya.
“Masyarakat tidak akan mau mengeluarkan uangnya membeli kendaraan motor listrik karena ragam permasalahan yang sudah diketahui secara umum. Prof Sutan Nasomal, menyampaikan bahwa harus ada hak perlindungan konsumen pengguna kendaraan di Indonesia agar tidak mengalami kerugian besar. Mengingat kuwalitas kendaraan menggunakan tekhnologi listrik memiliki banyak kelemahan.
Kendaraan listrik hanya untuk di lintas jalan rata dan bukan di lintas jalan pegunungan karena tidak akan bertenaga dan boros energi. Tidak kuat nanjak dan cepat mogok. Sedangkan 40% jalan raya di Indonesia adalah jalan lintas pegunungan,” ujarnya.
Kendaraan listrik tidak mampu mengecas energi batery dalam waktu 5 menit. Bila di lakukan tukar sewa batery maka akan ada masalah baru dengan kuwalitas batery yang di sewa dan bisa mengakibatkan kebakaran pada kendaraan tenaga energi listrik. Kerugian besar akan terjadi di pihak masyarakat.
Kapasitas daya panas batery kendaraan listrik akan sering terjadi di saat jalan raya macet sehingga overheat terjadi membuat kendaraan mogok. Daur ulang batery nikel Indonesia belum punya maka limbah batery akan merusak ekosistem alam di mana mana merusak lingkungan.
Prof. Sutan Nasomal, yang juga sebagai pemerhati kendaraan otomotif Indonesia menjelaskan kepada tim media bahwa Negara maju seperti jepang dan jerman saja. Tidak mau memproduksi kendaraan listrik karena kekuatannya sangat tidak terjamin.
Pihak asuransi dan perbangkan tentu tidak bisa memberikan jaminan serta kridit bagi kendaraan listrik karena lemahnya kuwalitas dan kekuatannya.
Motor listrik punya beberapa kelemahan :
– Baterai boros, perlu diisi ulang sering-sering
– Jarak tempuh terbatas, gak cocok buat perjalanan jauh karena mudah rusak.
– Tenaga pasti nya kalah sama motor bensin
Infrastruktur pengisian masih terbatas di beberapa daerah dan bisa mogok.
-Waktu pengisian baterai lama lebih dari 3 jam, perlu sabar.
Sementara Indonesia, menurut dia, sangat membutuhkan kendaraan tangguh di semua medan jalan berat dan ringan. Tidak ada kendaraan listrik batery yang memiliki kemampuan hybrid saat ini karena harganya sangat mahal,” tandasnya.
(IR/LD)
