Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat dan Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla
Jakarta – Upaya menekan angka pengangguran terus dilakukan Pemerintah Kota Lubuk Linggau. Salah satunya dengan membuka akses peluang kerja ke luar negeri yang aman dan terarah bagi warganya.
Hal itu terlihat saat Wali Kota Lubuk Linggau, H. Rachmat Hidayat, melakukan koordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan tersebut membahas potensi penyaluran tenaga kerja asal Lubuk Linggau ke berbagai negara tujuan secara legal dan terlindungi.
Disambut Positif oleh Wamen P2MI
Kedatangan Wali Kota Lubuk Linggau disambut langsung oleh Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Lubuk Linggau yang ingin membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakatnya.
Menurut Wamen, masih banyak sektor pekerjaan di luar negeri yang membutuhkan tenaga kerja Indonesia, asalkan prosesnya dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai prosedur.
Linggau Siap Jadi Proyek Percontohan
Wali Kota Lubuk Linggau menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadikan daerahnya sebagai pilot project P2MI di Provinsi Sumatera Selatan. Ia menilai peluang kerja tidak harus selalu bergantung pada lapangan pekerjaan di dalam negeri, sementara kesempatan di luar negeri cukup besar dan menjanjikan.
“Dari pertemuan ini, Pemkot akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Harapannya, masyarakat Lubuk Linggau punya pilihan kerja yang lebih luas, termasuk ke luar negeri, dengan jaminan keamanan dan informasi yang jelas,” ujarnya.
Ia menegaskan, kerja sama ini bertujuan agar para pencari kerja bisa memperoleh pendampingan, pelatihan, serta penyaluran resmi, sehingga terhindar dari praktik penempatan ilegal.
DPRD Dorong MoU Segera Direalisasikan
Anggota DPRD Sumatera Selatan, Fajar Febriansyah, yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, berharap rencana kerja sama ini bisa segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, Lubuk Linggau berpeluang menjadi pusat penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, mengingat banyak sektor kerja internasional yang masih membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia.
“Kami mendorong agar segera ada nota kesepahaman atau MoU antara Pemkot Lubuk Linggau dan Kementerian P2MI supaya rencana ini bisa cepat direalisasikan,” ujarnya.
P2MI Siap Beri Pelatihan dan Pendampingan
Sementara itu, Wamen P2MI memastikan pihaknya siap mendukung penuh langkah Pemkot Lubuk Linggau. Dukungan tersebut meliputi pelatihan calon pekerja migran, pendampingan administrasi, hingga memastikan penempatan dilakukan secara aman dan legal.
Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membuka peluang kerja luar negeri yang terlindungi dan berpihak pada keselamatan pekerja. @red
disaring dari @dikominfokotalubuklinggau
