lintasdesa.id — MANADO — Seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung KONI Sario, lapangan olahraga Sario, Kota Manado, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan bersama warga setempat.
Berdasarkan laporan kaji cepat di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur juga terjadi di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, satu unit tempat ibadah dilaporkan rusak. Sementara itu, dua unit rumah mengalami kerusakan di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.
Guncangan gempa dirasakan sangat kuat di Kota Bitung dan Ternate dengan durasi sekitar 10 hingga 20 detik. Kondisi ini memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan, asesmen, dan koordinasi penanganan darurat di berbagai wilayah terdampak.
Fenomena gempa ini juga memicu tsunami dengan ketinggian bervariasi di beberapa daerah. Di Halmahera Barat, tinggi gelombang tercatat mencapai 0,3 meter, sementara di Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan bahwa waktu tiba gelombang tsunami dapat berbeda dan gelombang pertama tidak selalu yang terbesar. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan menjauhi area berisiko.
Hasil pemantauan BMKG juga mencatat sedikitnya 11 gempa susulan hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5,5) dan pukul 06.12 WIB (M 5,2), yang dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, agar tetap tenang namun waspada. Warga diminta segera menjauhi pantai dan muara sungai serta melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi jika merasakan gempa kuat atau menerima peringatan resmi.
Masyarakat juga diimbau untuk membantu kelompok rentan, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Pendataan dampak gempa masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan instansi terkait. Informasi terbaru akan disampaikan secara berkala seiring perkembangan di lapangan.@redMGN
